Kamis, 20 Juni 2013

"Munchen Bukan Tim Terbaik di Eropa"


Lintasgoal.com-Munchen - Keberhasilan Bayern Munchen meraih treble winners musim 2012/2013 tidak membuat legenda Brasil, Pele, kagum. Menurutnya, Munchen bukanlah tim terbaik di Eropa.

Die Roten berhasil meraih tiga gelar musim 2012/2013. Mereka menjuarai Bundesliga, Piala Jerman dan Liga Champions. Namun, hal itu tak membuat Pele kagum.

Padahal, dalam perjalanannya meraih gelar Liga Champions, Arjen Robben dan kawan-kawan berhasil menyingkirkan tim-tim besar Eropa, seperti Arsenal, Juventus dan Barcelona.

Tak tanggung-tanggun, The Bavarian mengalahkan Juventus dengan agregat 4-0 sementara Blaugrana harus gigit jari karena kalah agregat 7-0. Di final, Munchen sukses mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1.

Menurut Pele, sebuah trofi tidak bisa menggambarkan kekuatan sebuah tim dan dicap sebagai tim terbaik di Eropa.

"Ketika Anda menjadi juara Liga Champions, hal itu tidak sama dengan menjadi tim terbaik di Eropa. Munchen harus mempertahankan kesuksesan untuk membuktikan bahwa mereka adalah tim terbaik di Eropa," ujarnya, kepada Bild.

"Mereka harus meraih kesuksesan selama empat-lima tahun. Hal ini pernah dilakukan Barcelona, Santos, Benfica, Ajax, AC Milan dan Real Madrid. Munchen masih jauh dari era keemasannya. Mungkin saja mereka bisa meraihnya di bawah asuhan Pep Guardiola musim depan, yang mampu membawa Barcelona tampil dominan," ia menandaskan.

Scolari Akui Brasil Kesulitan Kalahkan Meksiko


Lintasgoal.com-Fortaleza - Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari mengaku timnya meraih kemenangan 2-0 atas Meksiko dengan susah payah. Tim Samba sempat tertekan di laga itu.

Pertandingan itu berlangsung di Stadion Castelao, Kamis (20/6/2013) dini hari WIB. Dua gol Brasil dicetak oleh Neymar di menit kesembilan dan Jo di masa injury time.

Setelah unggul 1-0 berkat tendangan voli Neymar dari luar kotak penalti, Brasil sempat tertekan oleh Javier Hernandez dan kawan-kawan.

"Kami mengawali pertandingan dengan fantastis. Namun setelah itu, kami tertekan. Meksiko sedikit mendominasi permainan kami," ujar Scolari saat konfrensi pers usai pertandingan, dikutip dari Goal.

"Saya mengatakan kami melakukan pertandingan yang bagus. Tapi, saya percaya seluruh fans yang hadir di Stadion pasti ketakutan dengan performa Meksiko yang luar biasa," sambung mantan pelatih Chelsea tersebut.

"Selepas turun minum, kami baru bisa menyeimbangi permainan Meksiko. Meski demikian, mereka tampil lebih berani di sektor depan. Kami tidak bermain sebagus melawan Jepang," tutup dia.

Berkat kemenangan ini, Brasil pun sukses mengumpulkan enam angka. Juara lima kali Piala Dunia itu memastikan diri lolos ke partai semifinal Piala Konfederasi.

Jepang Kalah, Zaccheroni Menyesal


Lintasgoal.com-RECIFE – Timnas Jepang harus mengakui keunggulan skuad Italia dalam ajang Piala Konfederasi. Para punggawa Alberto Zaccheroni takluk dengan skor 4-3 dan hasil itu juga sekaligus memupuskan harapan Jepang untuk melaju ke babak semifinal.

Kekalahan itu juga membuat eks pelatih AC Milan dan Juventus itu memang merasa kecewa. Pasalnya, Jepang sempat memimpin 2-0 dan tidak mampu mempertahankan keunggulannya.

“Pertandingan itu seperti Italia versus Jerman pada tahun 1970 yang berakhir dengan skor 4-3 pada ajang Piala Dunia di Meksiko,” ujar Zaccheroni seperti dilansir Football-Italia, Kamis (20/6/2013).

“Kedua tim bermain untuk menang dengan keberanian yang besar, tehnik yang baik dan sedikit umpan-umpan yang salah,” lanjut Zac.

Jepang memang sempat unggul 2-0 lalu Italia mampu membalikkan keadaan dengan skor 3-2, tidak berhenti sampai di situ, Jepang mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan jelang pertandingan berakhir, Sebastian Giovinco mampu menjadi aktor kemenangan Italia atas Jepang.

“Jelas ketika Anda memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan dan beberapa saat kemudian anda kehilangan kesempatan itu akan menjadi sebuah penyesalan yang besar. Para pemain saya pantas mendapatkan hasil lebih dari ini,” lanjut pelatih asal Italia itu.

Prandelli: Kami Berjuang Seperti Orang Gila!


Lintasgoal.com-RECIFE – Allenatore Italia Cesare Prandelli mengaku bahwa pasukannya harus “berjuang seperti orang gila” untuk mengalahkan Jepang dalam ajang Piala Konfederasi. Gli Azzurri memang harus bermain habis-habisan untuk memenangkan pertandingan dini hari tadi.

Italia mampu menundukkan Jepang dengan skor 4-3. Pertarungan seru nan menarik itu memang menyajikan pertandingan yang bukan sekedar pertandingan biasa.

“Kami layak mendapat kemenangan, tapi kami berjuang seperti orang gila untuk pertandingan itu, hal itu benar-benar sulit,” ujar Prandelli usai pertandingan seperti dikutip Football-Italia, Kamis (20/6/2013).

Formasi Prandelli untuk pertandingan tadi memang bisa dibilang berjalan dengan baik. Pergantian pemain yang tepat mampu membawa Italia bangkit dari ketertinggalan pada babak pertama.

“Saya senang melihat Italia sempat tertinggal dan berjuang untuk meraih hasil yang maksimal. Kami bisa menang, tapi kami harus terus berjuang,” lanjut Prandelli.

Dortmund Sayangkan Timing Kepindahan Gotze


Lintasgoal.com-DORTMUND - Eks gelandang Borussia Dortmund, Mario Gotze akan mengarungi Bundesliga dengan menggunakan kostum Bayern Munich pada musim depan. Direktur olahraga Die Borussen, Michael Zorc rupanya belum move on dan mengatakan kepindahan gelandang berusia 21 tersebut terjadi di waktu yang tak tepat.

Kepastian pindahnya Gotze ke Bayern memang tak biasa, yaitu beberapa bulan jelang bursa transfer musim panas dibuka. Bagi Zorc, hal tersebut telah mempengaruhi pertandingan final Liga Champions antara Dortmund dan Bayern di mana Die Borussen akhirnya harus takluk 1-2. Kendati demikian, Zorc tak setuju jika ada fans yang melecehkan Gotze.

“Tentu saja, kami kecewa dengan keputusannya meninggalkan kami -terutama soal timing-nya. Namun, bagaimanapun, saya mengutuk keras penghinaan yang ditujukan kepadanya. Baru-baru ini malah saya mengucapkan selamat ulang tahun padanya (3 Juni),” ujar Zorc, seperti dilansir Goal, Kamis (20/6/2013).

Gotze sendiri merupakan pemain asli binaan Dortmund yang mulai masuk ke tim utama pada musim 2009/10. Empat musim memperkuat Die Borussen, pengoleksi 22 caps bersama Timnas Jerman itu mencetak 31 gol dari 116 penampilannya di seluruh kompetisi.

Selepas kepergian Gotze, gelandang Dortmund Marco Reus disebut-sebut akan menjadi bintang selanjutnya, dan Zorc pun akan menyiapkan segala cara agar bisa terus mempertahankannya. “Kami memiliki plan jangka panjang dengan Marco, dan kami pun telah mendiskusikannya,” pungkas pria asli Dortmund berusia 50 tahun tersebut.

Rusia: Capello Punya Kontrak dengan Kami!


Lintasgoal.com-MOSKOW - Belakangan, pelatih Timnas Rusia, Fabio Capello kerap dikait-kaitkan dengan klub kaya Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Namun, pihak Federasi Sepakbola Rusia sendiri menegaskan kalau Capello memiliki kontrak dan akan terus melaksanakan kewajibannya.

Kabar ketertarikan PSG terhadap Capello sendiri tak terlepas dari terus didekatinya pelatih mereka, Carlo Ancelotti oleh raksasa Spanyol Real Madrid. Dalam rangka mengantisipasi kepergian Don Carletto -panggilan Ancelotti, Les Parisiens pun ingin segera menyiapkan pelatih pengganti dan salah satunya adalah Capello.

“Capello memiliki kontrak dengan Federasi Sepakbola Rusia. Dan dia telah berulang kali mengatakan kalau dia bahagia menukangi Timnas Rusia dan akan melanjutkan pekerjaannya,” ujar Nikolai Tolstykh kepada R-Sport, seperti dilansir Football-Italia, Kamis (20/6/2013).

Torehan prestasi Capello dalam menangani klub sendiri terbilang luar biasa. Bersama AC Milan, AS Roma, Juventus, dan AS Roma, pelatih berusia 67 tahun tersebut selalu membawa timnya meraih gelar juara di kancah domestik, meskipun dua Scudetto yang diraihnya bersama Bianconeri kemudian dicabut lantaran adanya calciopoli.

Sementara saat melatih tim nasional, sebelum Rusia, Capello pernah melatih Inggris dalam pada 2008-2012. Belum sempat memberi gelar apa-apa, Capello mengundurkan diri dari jabatannya di Inggris, setelah terjadi perbedaan pendapat dengan Federasi Sepakbola Inggris (FA) soal pencopotan ban kapten dari lengan John Terry.